Minggu, 27 Februari 2011

PaedoDontie



BAHAN DALAM KEDOKTERAN GIGI ANAK

Bahan dlm KG anak dpt dibedakan
1. Konservasi
2. Perawatan Pulpa / Endodontik
Bahan Konservasi
a. Amalgam
Sdh dkenal sjk 150 thn yg lalu
T’diri dr Alloy dan Mercury (Hg)
Sediaan : Bubuk + LiQuid
Kapsul
Yg pntg utk diperhatikan:
 Ratio alloy dan mercury
Sediaan dlm btk kapsul lbh akurat dibandingkan sediaan yang terpisah :
alloy & mercury
 Triturasi / pengadukan
Akan mempengaruhi : - Konsistensi
- working time
 Kondensasi
Bertuj utk m’adaptasikan amalgam pd dinding preparasi sebaik mgkn.
 Kelembapan
Dpt mengakibatkan kegagalan pd alloy yg mengandung zinc, akan bereaksi dg air
 Gas hydrogen – delayed expansion
Isolasi daerah kerja sekering mgkn selama penempatan bahan restorasi.
 Tosisistas mercury
Melalui inhalasi
--> Ruang kerja “ Well Ventilated “ sisa – sisa dkumpulkan dlm wadah tertutup

b. Cement
Fx : - Sbg luting agen utk mengisi ruang antara restorasi dg struktur gg
- Sbg bahan permanent / sementara
- Basis restorasi spt amalgam
Zn Phospat
Luting semen Polikarboksilat
GIC
Zinc Phospat Cement
Terdiri dr : Phosporic acid liquid -- iritan
Zinc oxide powder
Kekurangan :
- Bkn anti kariogenik
- Tdk melekat pd stuktur gg
- Larut dlm saliva

Polikarboksilat Cement
 Powder : zinc oxide
 Liquid : polyacrylic acid
Indikasi : dasar kavitas dekat kepulpa
Manipulasi hrs cpt, dlm 30” – mengkilat / glossy

GIC
 LiQuid : polyacrilyc acid / alkeroid acid
( spt : itaconic, maleic ) + tartaric acid
Tipe I : Luting agent
II : bahan restorasi
III : base + liner – pitc & fissure
 Powder : Aluminosilicate
Kebaikan : B’adaptasi baik dg gg serta memiliki anti kariogenik – fluor

Manipulasi
Menggunakan spatula plastic diaduk 40 dtk
Stlh seting diulasi varnish utk melindungi dr cairan mulut dan dehidrasi.

c. Resin Komposit
Resin komposit pertama adalah Metil Metacrylate
 Resin acrilyc
Keburukan : - koef .ternal ekspansi tinggi
- kekuatan lemah
- kurang tahan terhadap abrasi
- berubah warna
- bukan anti karies
 Komposit Konvensional
Tdd : Resin matriks
Bis GMA
Urethane dimetacrylate
Macro filler
Silica, cristalin kuartz
Barium, stronsium, zirconium
70 – 80 %
 Komposit Mikrofil
Filler : Silika partikel kecil 0,02 – 0,04

Mikrofilled polishable
Obat2an Perawatan Endodontik pd gg Sulung
a. Obat2 Irigasi
Tuj : Membuang sisa jar organic & kikiran dentin S.A setelah preparasi, estipasi, reaming, filing,…
Macam2nya :
 Neomonakrin (salakrin) 1 : 100
 Normal saline
 aQudes steril
 Lar. Chloramine
 Hidrogen peroksida (H2O2) – hrs diikuti pembilasan NaOCl atau aQuadest
b. Obat2 desinfeksi
Syaratnya adlh:
 Efek bakteriosid
 stabil dlm larutan
 Tdk mengiritasi jar periapikal
 Mdh digunakan
 Tdk m’nyebebkan perubahan warna
 Tetap aktif meskipun ada darah, serum dan protein
 Dpt menembus jar scr dlm
Macam – macamnya:
1. Eugenol
Bahan dasar : oilumkarlofili
- Lbh bersifat sedative
- Dipakai sebagai bagian dr penutup S.A
- Sbg campuran bhn tambalan sementara
2. ChKM
Tdd : chlorphenol campher & mentol dg bhn utama parachlor phenol

Sifatnya:
- Daya desinfektan & sifat mengiritasi
- Lbh kecil drpd formokresol
- Spectrum AB luas, efektif thdp jamur
- Champer menahan penguapan parachl
- Menthol mengurang sifat iritasi chlorphenol & mengurangi rasa sakit
3. Phenol
s/ larutan tdk bewarna / mrh muda dn/ sifat kaustik dan bau khas. Merupakan racun u/ protoplasma krn b’sifat bakteriosid & digunakan pd gg akar normal
Sifat :
- Bakteriostatik
- Bakteriosid
- Fungisid
- Aksi germisidanya m’ggumpalkan protein
- M’hancurkan sisa jar pulpa
- Penggunaan hrs hati2 krn toksix thdp jar
c. Obat2 Devitalisasi Pulpa

 Arsenical Pasia
Komposisi : Arsenic trioxide 1 bag
Thyinol 1 bag
Minyak cengkeh
 Euparal ( easlick )
Efek devitalisasinya lbh kcl dr pd arsen, tdk menimbulkan rasa sakit, punya daya mumifikasi, sterilisasi.
Komposisi : Paraformaldehid 2,0 mumifikasi
Alypin Nitrit 1,0  anagesik
Eugenol  dpt diganti oilcario

Bahan Pengisi S.A
Syaratnya :
- Msh dimasukkan & dikeluarkan dr S.A
- Dpt menutup S.A lateral dan apical
- Bersifat adhesive pd dinding S.A
- Dpt dimasukkan keS.A ½ padat & mjd padat dlm S.A
- Tdk blh larut dlam cairan periapikal
- Tdk t’pengaruh kelembapan
- B’sifat radiopack pd ro
- B’sifat bakteriostatik
- Tdk merubah warna gg
- Tdk merangsang jar periapikal
- Bahn penghantar panas

1. Calxyl / Ca (OH)2
Indikasi : Pulp Capping
Pulpotomi
Apeksifikasi
Kebaikan
- m’berikan gmbrn radiopack pd ro
- tjd mineralisasi yg lbh besar pd dentin disbanding dn/ ZOE
- dpt menetralisir keasaman dentin lunak
- bersifat antiseptic
- dpt merangsang pembentukan dentin
Keburukan :
- dpt menyebabkan resorpsi interna
- dpt menyebabkan proses inflamasi
- dpt merangsang aktifitas sel oestoblast pd gg sulung

2. Campuran ZOE + Formokresol
Indikasi : Perawatan Nekrosis
Pulpotomi
Pulpektomi
Kebaikan :
- Sifat bakteriosid
- Memp daya mengikat protein
- Tdk menyebabkan resorbsi intern
Keburukan :
Pd prwtn pulpotomi dpt menyebabkan pulpa mjd non vital

3. Zinc Oxide Eugenol (ZOE)
Indikasi : Pulpotomi
Pulp Capping

4. Pasta Okspara
Bubuk : Alum 5 bag
As.tannic 2,5 bag
Timol 2,5 bag
ZnO 90
Cairan : Glicerin 2 bag
Paraformaldehid 49 bag
Triksesol 49 bag
Penggunaan : Perawatan nekrosis teknik

5. ZnOE + silver nitrat kristal atau
ZnOE + Iodoform atau
ZnOE + Teramisin
Penggunaan : Pulpektomi
Kekurangan : Pewarnaan
Jlh kunjungan byk


6. Guttapercha
Penggunaan : Perawatan nekrosis dp gg sulung
Pulpektomi tehnik living
Kebaikan :
- B’adaptasi yg baik pd dindng S.A
- Ditolelir baik olh jar
- Radiopack
- Mdh disterilkan
- Tdk ditembus olh cahaya
- Tdk menyebabkan perubahan warna
- Mdh dikeluarkan dr S.A
Kekurangan : Kurangnya kekakuan

Minggu, 06 Februari 2011

Apa seh Beda Sahabat dan Teman ???



sebagian org menganggap klo SAHABAT itu adalah org yg sudah lama Qta kenal dan dekat dengan Qta tau seperti apa tingkah polah Qta dan mengerti apa yg Qta rasakan alias senang melihat Qta tersenyum, sedih melihat Qta tersakiti
sedangkan TEMAN itu terkadang juga sudah lama Qta kenal tetapi dy tak begitu dekat dan juga tak mengerti Qta
apa defenisi diatas itu benar????
buatQ SAHABAT n TEMAN itu sama saja
cuma bahasanya saja yg berbeda
coz terkadang org yg sudah Qta anggap SAHABAT bisa saja tidak pernah bisa mengerti bagaimana Qta atau mereka hanya berpura2 tidak mengerti???
banyak yg selalu mengeluh " saat Qta senang mereka (SAHABAT) ada tp dmn mereka saat Qta sedih ????"
buatQ kata2 itu sangat klise.....
Qta merasa pada saat senang SAHABAT tw TEMAN Qta slalu berada didekat Qta
apakah itu benar????
tw saat senang Qta malah melupakannya dan saat sedih Qta malah mencarinya???
aQ pernah beranggapan klo Qta dekat dan sudah lama bgt kenal malah bisa menganggap dia SAHABAT karena aQ bisa memahami dy seperti itu dan memang dy seperti itu adanya
berusaha tuk slalu memaafkanna jika dy menyakitiQ dan tak ada dendam
ternyata smua itu buat dia tak ada artinya
sekarang aQ tau apa yg disebut dengan SAHABAT
tak butuh wktu yg lama untuk Qta saling mengetahui karakter masing - masing
cukup dengan hanya Qta saling mengerti satu sama lain
jgn pernah langsung percaya dgn orng yang baru mengenal qta n menjelekkan SAHABAT Qta
lbh baik Qta bertanya dulu pada SAHABAT Qta lgsg apakah itu benar
jikapun benar info yang Qta dapat g' ada salahnya Qta meresback kembali ingatan Qta tentang SAHABAT Qta
apa alasan Qta BERSAHABAT dengannya
apa yg sudah dilakukannya untuk Qta
kenapa dia melakukan itu pada Qta

terkadang berbicara seperti ini terkesan amat sangat mudah
tp pada dasarnya itu jarang sekali terealisasi... :(
caci maki kadang sangat mudah untuk Qta ucapkan
kenapa hal yg baik dari SAHABAT Qta tak bisa Qta lihat???
ntahlah.....
saat aQ dihadapkan pada masalah seperti yg diatas
terkadang aQ lebih memilih Diam
Diam bukan berarti aQ kalah hanya menanti yang buruk itu terbuka dengan sendirinya tanpa aQ susah payah untuk menjelaskannya
karna pada saat emosi tak ada yang bisa menjadi baik

untukQ sekarang tidak ada SAHABAT atau TEMAN
karena buatQ mereka semua SAUDARA
karna tanpa mereka aQ tak bisa n takkan jd apa apa :)
LoVe U all

Sabtu, 01 Januari 2011

EksPedisiQ seLaMa aQ tinggaL diPaDang Kota TerCinTa Q jaGa dan Q beLa \^_^/


Ceritanya berawaL dg aQ yg suka bgt ma yg namanya tantangan
awaL kul dipadang aQ sempet ngikut temenQ ngedaki Gunung SinggaLang
tapi sayang saat itu fasilitas seluler blom ada yg berkamera
klo aQ g’ salah inget pendakian itu pada tanggal 24 – 26 Desember 2002
dgn skill yg g’ jelas aQ beranikan diri tuk ikutin temen aQ
pendakian perdana Q dgn menggunakan CeLana jeans gombrong yg lg trend saat itu
n tanpa jaket tebal
wal hasil aQ nyaris beku diatas sana
hahaha
pengalaman yg unik sekaligus menyebalkan Qta g’ nyampe kepuncak coz somethink

selanjutna aQ mengikuti aktifitas kampuz yg namanya MapaLa disanalah aQ byk menemukan sesuatu yg mengasikkan untukQ
menjelajahi hutan dan mempelajari bagaimana klo sendaina Qta tersesat dihutan
hmmmm…..
setelah aQ mereview perjalananQ keGunung singgalang
aQ baru tau betapa poLosna aQ saat itu
aQ mengira mendaki Gunung itu g’ perlu pengetahuan
hanya mendaki saja apa susahnya:p
ternyata smua butuh persiapan yg matang
fiuh….
Masih sukur tak terjadi apa2 saat itu:D

Hmmm…..
Disini aQ bakalan nampilin foto2 yg kemaren sempet aQ janjikan
Soooo…
aQ g’ bakalan terlalu byk bercerita disini
yuk liat2 foto2 yg berhasil aQ dapat slama perjalananQ diPaDang SuMaTra BaraT

ini fotonya didalam tenda waktu Qta ndaki Gunung Merapi
with my BesT FrieNd Desy Syafriani n Besty Veronica
tapi sayang udah beberapa x ksana aQ g’ dpt kesempatan nyampe keTaman EdeLweis
nyebelin bgt



sebenernya masih byk lg tp segini dulu deh ceritanya ^^

Jumat, 31 Desember 2010

my day...

thi's my day 31-12-1983 --> 31-12-2010
27 years old....
hmmm.....
suatu pendewasaan dan pematangan diri....
nothink spesial to day.....
coz yg ngucapin jg udh mulai minim:(
cowoQ ja ngucapin telat
pagi jg ditlpn bntar:(
hmm.....
gpp deh.....
g' terlalu penting utk saat ini....
yg penting thn dpn bs jd lbh baik dr thn kmaren....:)
keep positif n semangat....:)

Kamis, 23 Desember 2010

pengalamanQ bertambah diRSGM_P Baiturrahmah ^_^

hari ini dokter pembimbingQ dilab bedah mulut akan melakukan operasi bedah mulut yaitu reposisi pada fraktur mandibula:)
disini kami diberi kesempatan untuk dapat melihatna secara langsung.....
rasanya senang sekali karna kami akan mendapatkan pengalaman baru
karena selama ini bedah yang kami dilakukan hanya pada odontektomi, alveolektomi, fraktur gigi tertutup dan operculektomi:)
hari ini kami berkesempatan untuk melihat bedah mulut pada pasien fraktur rahang....

kemaren seorang pasien laki - laki datang keRSGM_P berumur 30 thn dengan adanya oedema pada wajah sebelah kanan hingga mata mengeluh kesulitan dlm berbicara dan makan
pasien mengalami Lakalantas 2 minggu yg lalu
wajah pasien tidak simetris
mengalami patah rahang(fraktur rahang)terjadi pada rahang atas (maxilla), rahang bawah (mandibula).
Fraktur didefinisikan sebagai terputusnya kontinuitas tulang(jaringan keras)oleh berbagai sebab merupakan kondisi yang umumnya disebabkan oleh benturan karena kecelakaan lalulintas (KLL), kecelakaan kerja serta aktifitas fisik lain seperti
olah raga, kekerasan fisik dan lain-lain. Fraktur daerah wajah atau maksilofasial paling banyak adalah fraktur pada tulang hidung, kemudian fraktur rahang bawah (mandibula),kemudian diikuti fraktur pada tulang wajah lain. Pada daerah wajah juga paling sering merupakan fraktur yang kompleks (Pan fasial) yang melibatkan tulang wajah 1/3 bagian atas, tengah dan bawah. Dapat dipahami bahwa hidung dan rahang bawah merupakan bagian wajah yang paling menonjol.Oleh sebab itu setiap benturan pada wajah yang yang pertama mengalami benturan adalah hidung dan rahang bawah. Kondisi ini dapat diperparah oleh penggunaan helm yang tidak sesuai standar keamanan maka fungsi pelindung wajah tidak tercapai oleh helm.
Fungsi tulang-tulang wajah sangat penting untuk melindungi organ penting dalam kepala kita seperti otak, mata, organ penciuman dan pendengaran termasuk organ pencernaan seperti gigi-geligi dan rongga mulut. Selain itu kecacatan lain yang dapat timbul karena fraktur pada daerah maksilofasial yaitu luka-luka pada jaringan lunak wajah dan ketidak sempurnaan proporsi wajah termasuk gangguan pada hubungan
gigi-geligi (occlusi).
Keluhan pasien secara klinis dengan fraktur rahang yaitu maloklusi atau pergerakan rahang yang abnormal serta sakit bila digerakkan, bergerak terbatas, terdengar bunyi tertentu(krepitasi), sulit atau tidak dapat mengunyah makanan, peningkatan produksi air ludah, bau mulut serta gambaran jejas, luka atau lebam pada wajah. Untuk keadaan yang lebih berat dan kompleks adalah perdarahan pada hidung, telinga,sekitar mata bahkan muntah dan pingsan. Pada kondisi ini wajah pasien akan terlihat tidak simetris atau terlihat memanjang. Jika fraktur dibiarkan dan tidak segera dikembalikan pada posisi semula, keluhan yang akan timbul juga dapat terjadi pada sendi rahang, berupa rasa sakit pada sendi dan nyeri kepala.
Prinsip penanganan fraktur rahang pada langkah awal penanganan pada hal yang bersifat kedaruratan seperti jalan napas (airway), pernapasan(breathing), sirkulasi darah termasuk penanganan syok (circulation), perawatan luka jaringan lunak dan imobilisasi sementara serta evaluasi terhadap kemungkinan cedera otak. Tahapan kedua adalah tidakan penanganan fraktur secara definitif yaitu reduksi/reposisi fragmen
fraktur, fiksasi fragmen fraktur dan immobilisasi sehingga fragmen tulang yang telah dikembalikan tidak bergerak sampai fase penyambungan dan penyembuhan tulang selesai.
Secara khusus penanganan fraktur tulang rahang dan tulang pada wajah(maksilofasial) mulai diperkenalkan oleh Hippocrates (460-375 SM) dengan menggunakan panduan oklusi (hubungan yang ideal antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah) sebagai dasar pemeriksaan dan diagnosis fraktur rahang. Pada perkembangan selanjutnya oleh para klinisi barat menggunakan oklusi sebagai konsep dasar penanganan fraktur rahang dan tulang wajah (maksilofasial) terutama dalam diagnostik dan penatalaksanaanya. Hal ini diikuti dengan perkembangan teknik fisasi mulai dari penggunaan pengikat kepala (head bandages),pengikatan rahang atas dan bawah dengan kawat (intermaxillary
fixation) serta fiksasi dan immobilisasi fragmen fraktur dengan mengunakan plat tulang (plate and screw).
Oleh sebab itu ilmu oklusi merupakan dasar yang penting bagi seorang Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial dalam penatalaksanan kasus patah rahang atau fraktur maksilofasial. Dengan prinsip ini diharapkan penyembuhan atau penyambungan fragmen fraktur dapat kembali ke hubungan awal yang normal dan telah beradaptasi dengan jaringan lunak termasuk otot dan pembuluh saraf disekitar rahang dan wajah.
Patah rahang dan tulang wajah yang tidak ditangani dengan baik akan memberikan gangguan dan keluhan pada pasien dalam jangka pendek dan jangka panjang. Komplikasi yang dapat terjadi pada kasus patah rahang yang adalah infeksi pada jaringan lunak dan tulang rahang. Infeksi tersebut dapat menyebabkan kehilangan jaringan lunak dan keras yang banyak. Komplikasi lain, jika penyambungan tidak adekuat (malunion)dan oklusi rahang atas dan bawah tidak tercapai maka akan memberi keluhan berupa rasa sakit dan tidak nyaman (discomfort) yang berkepanjangan pada sendi rahang (Temporomandibular joint) oleh karena perubahan posisi dan ketidakstabilan antara sendi rahang kiri dan kanan. Hal ini tidak hanya berdampak pada sendi tetapi otot-otot pengunyahan dan otot sekitar wajah juga dapat memberikan respon nyeri (myofascial pain) Terlebih jika pasien mengkompensasikan atau memaksakan mengunyah dalam hubungan oklusi yang tidak normal. Kondisi inilah yang banyak dikeluhkan oleh pasien patah rahang yang tidak dilakukan perbaikan atau penangnanan secara adekuat.
Komplikasi setelah pembedahan yang dapat terjadi pada semua operasi penyambungan tulang adalah terlambatnya penyambungan dan penyembuhan tulang (delayed union)
atau kegagalan penyambungan tulang (nonunion)yang sering disebabkan tidak stabilnya fragmen fraktur karena immobilisasi yang kurang baik. Komplikasi yang secara
klinis dan estetik nampak adalah perubahan bentuk dan proporsi wajah.
Sebagai kesimpulan perlu kesadaran dan pengertian masyarakat bahwa patah rahang merupakan keadan yang tidak dapat diangap enteng dan dengan mudah dikembalikan seperti pada bagian tubuh yang lain. Secara umum terlihat sederhana namun dapat memberikan penderitaan yang berkepanjangan pagi pasien. Bagi para klinisi peningkatan kemampuan penatalaksanan fraktur rahang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki akan meningkatkan kualitas dan profesionalisme pelayanan dan penanganan kesehatan khususnya penatalaksanaan kasus trauma daerah maksilofasial.